Pemasar yang baik menginginkan pemahaman yang membantu mereka menerjemahkan kinerja masa lalu dan juga merencanakan kegiatan masa depan. Mereka memerlukan informasi yang tepat waktu, akurat, dan dapat ditindaklanjuti tentang konsumen, persaingan, dan merek mereka. Mereka juga harus sebaik mungkin membuat keputusan taktis dalam jangka pendek dan keputusan strategis dalam jangka panjang. Usaha untuk menemukan pandangan konsumen dan memahami implikasi pemasarannya sering menghasilkan peluncuran produk yang berhasil atau mendorong pertumbuhan suatu merek.

Pada materi kali ini akan dibahas mengenai :
  1. Apa syarat-syarat riset pemasaran yang baik
  2. Apa syarat-syarat ukuran yang baik untuk mengukur produktivitas pemasaran
  3. Bagaimana pemasar dapat menilai tingkat pengembalian dari investasi yang mereka tanamkan pada pengeluaran pemasaran 
  4. Bagaimana perusahaan dapat mengukur dan meramalkan permintaan secara lebih akurat

Untuk lebih jelasnya teman-teman dapat mendownload materinya dalam bentuk powerpoint dibawah ini:


Download Button
Sumber : Manajemen Pemasaran. Edisi 13, Jilid 1 Philip Kotler & Kevin Lane Keller

HARI INI MILIK KITA

Posted by Unknown On 13.51 No comments
Jika Kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Kita, dan siangnya menyapa Kita. Inilah hari Kita.

Umur Kita mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Kita hanya hari ini, atau seakan-akan Kita dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Kita tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan banyangan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya Kita mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, kita harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan Al-Qur’an yang sarat tadabbur, Dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana Kita hidup saat inilah sebaiknya Kita membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebaik-baiknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-Istiqfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rejeki, istri, suami, anak-anak,  tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Kita setiap hari dengan penuh keridhaan.

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan,  kedengkian dan kebencian.

Jangan lupa, hendaklah Kita goreskan pada dinding hati Kita satu kalimat (bila perlu Kita tulis pula di atas meja kerja Kita) : Hari ini adalah Hari Kita. Yakni, bila hari ini Kita dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Kita makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Kita?

Jika Kita dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Kita harus bersedih atas air asin yang Kita minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?

Jika Kita percaya pada diri sendiri, serta memiliki semangat dan tekad yang kuat, Kita akan dapat menundukkan diri untuk berpegang  pada prinsip: Aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Kita setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan. 

Dan itu, akan membuat Kita berkata dalam hati, “hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hari ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku”.

Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurnah mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunnah nafilah, berpegang teguh pada Al-Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.

Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam  hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.

Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun.  Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang yang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua. 

Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, ”Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak  akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali”.

“Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Akupun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satupun darinya yang dapat disebutkan”.

“Hari ini milik Kita”,  adalah ungkapan paling indah dalam “kamus kebahagiaan”. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.

Sumber :
La Tahzan


Malam ini aku terbangun dari tidurku, dan entah kenapa saat terbangun dari tidur tersebut, mata ini terasa  sulit untuk terpejam sehingga membuat aku susah untuk melanjutkan tidurku lagi, walaupun sebenarnya  aku sangat lelah dikarenakan  aktivitasku  yang padat sejak pagi hingga sore harinya.  Disaat mataku sulit untuk dipejamkan kembali, aku berpikir untuk menyalakan komputer dan membuka akun Facebookku dengan harapan siapa tahu ada teman yang bisa ditemani chating.

Halaman Beranda Akun facebookku pun telah terbuka,  kulihat ada beberapa teman yang telah update status. Mulai dari  status yang lucu... yang berisi motivasi... yang mengkritik kinerja pemerintah... yang  ucapin selamat beristirahat, dan lain-lain. Tetapi malam ini aku lagi enggan untuk mengomentari beberapa status teman tadi. Aku lebih memilih untuk menyapa teman yang kebetulan online pada saat itu, Namun sebelumnya aku melihat dulu siapa saja teman yang berulang tahun hari ini dan tentunya akan menuliskan ucapan selamat ulang tahun pada dinding fb mereka. 

Kulihat, ada sebuah nama dan 7 orang lainnya yang berulang tahun. Akhirnya aku kunjungi bagian tersebut untuk melihat siapa saja ketujuh orang  teman yang dimaksud. Dan ketika nama-nama itu tampil semua, sungguh aku sangat terkejut ketika kulihat bahwa salah satu dari ketujuh orang teman fbku yang berulang tahun hari ini  adalah anakku...

Ya... anakku...Putra ketigaku  yang dikaruniahi oleh Allah dari perkawainanku dengan belahan jiwaku yang kini berstatus sebagai istriku itu. Seandainya aku tidak membuka fb, aku pasti lupa kalau setiap tanggal 15 November adalah hari ulang tahunnya. Seketika itu pula aku beranjak dari hadapan komputerku dan langsung ketempat tidurku tadi untuk memeluk serta mencium anakku itu yang entah kenapa malam ini ingin tidur bersamaku....

Begitu lelap tidurnya sampai-sampai dia tidak merasakan betapa erat aku memeluk  dan menciumnya berkali-kali. Setelah puas dengan memeluk dan menciumnya, kini kupandangi wajahnya yang masih polos itu sambil kuusap kepalanya. Ada senyuman yang tersungging dari bibirku saat itu karena rasa banggaku akan dirinya... tetapi ada pula air mata yang membasahi pipiku oleh rasa haru karena teringat masa kecilku dulu disaat Ayahku melakukan hal yang sama kepadaku.

Saat masih tetap kupandangi wajahnya itu, saat itu pula aku teringat akan sebuah puisi yang pernah ditulis oleh seorang  sastrawan yang namanya sangat terkenal didunia hingga membuat aku dan istriku memberikan namanya  itu kepada anakku ini.

“Anakmu Bukanlah Anakmu”...
Demikian Judul puisinya itu. Sebuah puisi yang membuat aku tersadar bahwa jangankan harta benda, bahkan anak yang merupakan darah daging kita sendiri ternyata pada hakikatnya adalah Titipan Allah semata, atau dengan kata lain anak adalah amanah yang diberikan Allah pada kita yang harus kita pelihara serta menjaganya dengan sebaik-baiknya.

Mereka terlahir melalui kita, tetapi mereka bukan berasal dari kita.
Mereka berada pada kita, tetapi mereka bukan milik kita
Mereka wajib mendapatkan kasih sayang dari kita, tetapi jangan pernah memaksakan pikiran kita pada mereka, sebab mereka mempunyai alam pikiran tersendiri.

Kita patut memberikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kita kunjungi sekalipun didalam mimpi kita.

Kita boleh berusaha menyerupai mereka, tetapi jangan pernah berusaha membuat mereka menyerupai kita, sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur ataupun tenggelam ke masa lampau.

Kita laksana busur dan mereka laksana anak panah, yah....anak panah yang hidup dan siap melesat pergi.

Bila sang pemanah membidik sasaran keabadian, maka dia akan merentangkan kita dengan kuasa-Nya, hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.
Maka bersukacitalah kita sebagai busur ditangan sang pemanah, sebab dia mengasihi pula anak-anak panah yang melesat laksana kilat itu sebagaimana mengasihi kita sebagai busur yang mantap.

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari ini sepuluh tahun sudah usianya. Berarti sepuluh tahun juga Allah telah menitipkan amanah itu kepada aku dan istriku.

Malam ini tiada kado yang paling istimewa yang dapat kuberikan padamu, melainkan do’a yang kupanjatkan kepada Ilahi semoga kamu kelak menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuamu...


Makassar, 15 November 2014
 Selamat Ulang Tahun Anakku
“Hilman Ahmad Gibran Putra Alamsyah”
Tetta sangat mencintai dan menyayangimu

HADAPI HIDUP INI APA ADANYA

Posted by Unknown On 18.45 No comments
Kondisi dunia ini penuh kenikmatan, banyak pilihan, penuh rupa, dan banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan kesulitan hidup. Dan, Anda adalah bagian dari dunia yang berada dalam kesukaran.

Anda tidak akan pernah menjumpai seorang ayah, isteri, kawan, sahabat, tempat tinggal, atau pekerjaan yang padanya tidak terdapat sesuatu yang tidak menyulitkan. Bahkan, kadangkala justru pada setiap hal itu terdapat sesuatu yang buruk dan tidak Anda sukai. Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya. Itu kalau Anda ingin selamat dengan adil dan bijaksana. Pasalnya, betapapun setiap luka ada harganya.

Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu yang saling berseberangan, dan dua pendapat yang saling berseberangan. Yakni, yang baik dengan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan, kebahagiaan dengan kesedihan. Dan setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan dan kabahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk, kerusakan dan kesedihan akan dikumpulkan di neraka. “dunia ini terlaknat, dan terlaknat semua yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan semua yang berkaitan dengannya, seorang yang ‘alim dan seorang yang belajar,” begitu hadist berkata. 

Maka, jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan, jangan pernah menerawang ke alam imajinasi. Hadapi kehidupan ini apa adanya; kendalikan jiwa Anda untuk dapat menerima dan menikmatinya! Bagaimanapun, tidak mungkin semua teman tulus kepada Anda dan semua perkara sempurna di mata Anda. Sebab, ketulusan dan kesempurnaan itu ciri dan sifat kehidupan dunia.

Bahkan, isteri Anda pun tak akan pernah sempurna di mata Anda. Maka kata hadist, “janganlah seorang mukmin mencela seorang mukminah (isterinya), sebab jika ia tidak suka pada salah satu kebiasaannya maka dia bisa menerima kebiasaannya yang lain”.

Adalah seyogyanya bila kita merapatkan barisan, menyatukan langkah, saling memaafkan dan berdamai kembali, mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan, meninggalkan hal-hal yang menyulitkan, menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat tertentu, meluruskan langkah, dan mengesampingkan berbagai hal yang mengganggu. 

PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

Posted by Unknown On 12.47 No comments

Perencanaan sumber daya manusia memiliki hubungan yang vital dan terintegrasi dengan manajemen sumber daya manusia. Perencanaan sumber daya manusia menggunakan informasi berbagai aktivitas sumber daya manusia. Perencanaan sumber daya manusia dipandang sebagai suatu proses manajemen, bukan hanya sebagai fungsi personalia. Pada dasarnya perencanaan merupakan proses menganalisis kebutuhan sumber daya manusia di tengah kondisi yang terus berubah. Karena organisasi atau perusahaan harus bersifat terbuka dan adaptif terhadap kondisi yang senantiasa berubah, maka perencanaan sumber daya manusia merupakan kegiatan dan kebutuhan yang berkesinambungan.

Perencanaan sumber daya manusia seringkali dicampuradukkan dengan perencanaan aktivitas sumber daya manusia yang lainnya. Sebagai contoh, perencanaan tenaga kerja terpusat pada perolehan orang-orang dengan jumlah dan pekerjaan yang tepat, serta pada saat yang tepat. Melalui  perencanaan sumber daya manusia yang efektif akan dapat dilakukan analisis terhadap kebutuhan sumber daya manusia suatu organanisasi atau perusahaan.

Pada postingan kali ini, akan dibahas mengenai :

A. Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia
B. Pengadaan Tenaga Kerja dan Analisis Jabatan atau Pekerjaan
C. Menentukan Kualifikasi dan Kuantitas Tenaga Kerja

Dan untuk  lebih jelasnya..teman-teman dapat mendownload materinya dibawah ini :

Download Button

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.