Indonesia merupakan negara yang kaya akan SDA dan SDM, kekayaan sumber daya alam dan manusia merupakan penunjang dalam pencapaian kesejahteraan suatu negara. Kedua potensi yang dimiliki Indonesia seharusnya bukan hanya sebuah potensi saja, namun dapat diberdayakan dan ditingkatkan kualitasnya sehingga merupakan sesuatu yang betul-betul dapat menunjang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Kita sering mendengar mengenai kekayaan sumber daya alam Indonesia, baik yang berupa kekayaan tambang dan juga kekayaan akan flora dan fauna yang sangat terkenal. Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke tiga setelah China dan Amerika, namun apakah kuantitas ditunjang juga oleh kualitas SDM yang kita miliki? jawabannya adalah jumlah penduduk Indonesia yang besar, masih belum memenuhi harapan dari segi kualitas hal ini terbukti dari data United Nation Development Program (UNDP) menyangkut Human Development Index bahwa Indonesia menempati posisi 124 dari 187 negara, sedangkan untuk Asia – Fasifik HDI Indonesia menempati urutan ke 12 dari 21 negara.
Data World Economic Forum mempublikasikan mengenai daya saing global atau The Global Competitiveness report 2011 – 2012. Indikator yang dijadikan standar penilaian adalah institusi, infrastruktur, makroekonomi, kesehatan dan pendidikan dasar, pendidikan tinggi, efisiensi pasar barang, efisiensi pasar tenaga kerja, pasar keuangan, kesiapan teknologi, besaran pasar, kecanggihan bisnis, inovasi. Data dari WEF juga menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 46 dari 142 negara, sedangkan untuk ASEAN, Indonesia menduduki peringkat keenam. Daya saing Indonesia yang di sokong oleh Human capital atau SDM masih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Rendahnya daya saing Indonesia melalui SDM ini disebabkan beberapa faktor utama antara lain : tingginya korupsi, birokrasi pemerintah yang tidak efisien, infrastruktur yang kurang memadai (WEF : 2011). Fakta yang dirangkum dari berbagai sumber mengenai kondisi Indonesia, jelas memberikan gambaran masih lemahnya SDM Indonesia, atau dengan kata lain SDM Indonesia masih merupakan potensi namun belum banyak memberikan kontribusi yang berarti bagi peningkatan Indonesia, potensi ini masih belum dikelola secara maksimal.
Berbagai kebijakan yang diambil pemerintah seperti pengurangan kemiskinan, pembangunan bidang pendidikan dan pengetahuan, peningkatan kualitas kesehatan serta pemenuhan rasa aman dan pengendalian musibah, kebijakan ini memang telah membantu Indonesia dari keterpurukan namun masih perlu terus ditingkatkan guna tercapainya Indonesia yang berdaya saing dalam era globalisasi ini. Kebijakan dalam bidang pendidikan dan pengetahuan merupakan unsur terpenting dalam peningkatan SDM, disamping kebijakan lain. Kebijakan peningkatan SDM merupakan solusi peningkatan daya saing bangsa. Hal ini tidak terlepas dari peran lembaga pendidikan tinggi sebagai pelaksana sistem, sebagaimana telah tertuang dalam strategi jangka panjang pendidikan tinggi (Higher Education Long Term Strategy), yang merupakan acuan utama peningkatan peran pendidikan tinggi di Indonesia dalam konteks persaingan global sehingga mampu memperkuat daya saing bangsa.
Upaya memperkuat daya saing melalui kebijakan dalam bidang pendidikan dan pengetahuan perlu ditunjang dengan penyediaan fasilitas layanan pendidikan, dan fasilitas pendukungnya, serta pemberian beasiswa kepada para pelajar. Sesuai dengan kebijakan pendidikan Indonesia berdasarkan Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, salah satunya mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi yang mampu mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan, melakukan pembaruan dalam proses perkembangan budaya bangsa, serta mampu memberikan layanan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti.
Perbaikan sarana dan prasarana belajar serta pemberian beasiswa kepada para pelajar diharapkan memberikan manfaat berupa kesempatan dalam mengembangkan minat terhadap disiplin ilmu dan bakat melalui pendidikan formal baik di dalam maupun luar negeri, juga membantu pelajar dalam proses penyelesaian studi sehingga nantinya jika luaran tersebut telah menyelesaikan studinya tercipta lulusan yang mempunyai kompetensi dibidangnya serta tercipta akhlak yang mulia sehingga membangun karakter bangsa.
Bukti nyata dari upaya pemerintah dalam kebijakan bidang pendidikan, terutama menyangkut pemberian beasiswa ini yakni tanggung jawab moril yang diemban dari masing-masing individu yakni semakin terpacunya kinerja pelajar, sehingga dapat menyelesaikan studi dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan membantu pemerintah sesuai bidang keilmuannya dalam memberikan masukan menyangkut kebijakan yang sifatnya membangun bangsa. Disamping bertambahnya jumlah lulusan sarjana dari berbagai strata dan disiplin ilmu, baik melalui universitas dalam maupun luar negeri.
Para lulusan ini telah terserap dalam lapangan pekerjaan diberbagai instansi, perusahaan, maupun wiraswasta. Hal ini memberikan kontribusi bagi negara dalam mendukung kemampuan negara untuk menciptakan tingkat pendapatan dan pemanfaatan faktor yang relatif tinggi, sambil tetap mempertahankan keberadaan dalam persaingan internasional.



0 komentar:
Posting Komentar