Andaikan kutahu kalau hari ini adalah hari terakhir aku melihatmu tertidur lelap, maka aku akan menyelimuti dan memelukmu lebih erat seraya berdoa kepada Tuhan agar senantiasa menjaga jiwamu....
Andaikan kutahu kalau hari ini terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, maka aku akan memelukmu erat dan menciummu bahkan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi....
Andaikan kutahu kalau hari ini pula adalah hari terakhir kudengar suaramu, maka aku akan merekamnya dan memutarnya lagi disisa akhir hidupku.
Andaikan kutahu kalau semua ini adalah yang terakhir kalinya, maka akan kuluangkan waktuku walau semenit, untuk mengatakan “Aku mencintaimu” dan bukan menganggap bahwa hal itu kau sudah tahu.
Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik tua maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk erat orang yang kamu sayangi.
Saat kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman,
pelukan atau ciuman. Dan saat kau terlalu sibuk untuk memberi seorang
yang ternyata merupakan permintaan terakhir mereka, mengapa mesti menunggu esok, mengapa tidak melakukannya sekarang? Karena bila esok tak pernah datang, maka kau pasti akan menyesal.
Hari ini dekap eratlah orang-orang tersayangmu dan bisikkan ketelinganya bahwa kau sangat mencintai mereka dan kau akan selalu menyayangi mereka.
Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “Aku tidak apa-apa”. Karena bila esok tak pernah datang, maka kau takkan pernah menyesali hari ini.
Hari ini dekap eratlah orang-orang tersayangmu dan bisikkan ketelinganya bahwa kau sangat mencintai mereka dan kau akan selalu menyayangi mereka.
Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “Aku tidak apa-apa”. Karena bila esok tak pernah datang, maka kau takkan pernah menyesali hari ini.
sumber bacaan :
Norma Cornett Marek
Norma Cornett Marek



Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus